aqila-bayi-penderita-hydrocephalus-ya-allah-sembuhkanlah-anak-saya

aqila-bayi-penderita-hydrocephalus-ya-allah-sembuhkanlah-anak-saya

Aqila Bayi Penderita Hydrocephalus. “Ya Allah Sembuhkanlah Anak Saya.”

Published by admin

Dari balik gagang handpone, suara Retno Wilis terdengar serak. Nada bicaranya pun terdengar pelan dan kadang bergetar. Dia mengatakan baru saja selesai menunaikan salat Zuhur. Dalam doanya, ia memohon pada Allah SWT agar putrinya, Aqila Kirana Kasim, yang masih berusia 1,8 tahun sembuh dari penyakit hydrocephalus yang saat ini dideritanya.

Menurut istri Agus Salim itu, Aqila terlalu berat menjalani cobaan yang diberikan Allah SWT, itu. Hanya tangisanlah yang bisa diluapkan Aqila ketika merasakan sakit yang dihadapinya itu. “Saat ini dia belum sadar. Masih dirawat di ruang PICU,” ungkapnya, sesenggukan, Jumat (23/2/18) siang. “Saya terus berdoa agar dia cepat sembuh, hanya itu yang saat ini bisa kami lakukan, kasihan dia,” ujarnya yang terdengar menahan tangis.

Ya, Aqila menderita penyakit langka, hydrocephalus, yang merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Sehingga kepala penderitanya jadi membesar. Dan saat ini sedang dalam perawatan intensif di RS Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Aqila baru saja menjalani operasi pertama di bagian kepalanya itu, dari tiga kali operasi yang direncanakan oleh tim dokter. Saat ini setelah menjalani operasi, bayi mungil kelahiran Batam, 29 Juli 2017, itu belum sadarkan diri dan dirawat ruang PICU (merupakan ruangan pelayanan intensif untuk anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ- oragan vital).

Dari foto yang diterima BATAMPRO.id, sebuah slang infus terlihat menancap di tangan kirinya. Tangannya itu juga terlihat dibalut dengan kain kasa yang cukup tebal. Sebuah slang oksigen juga dipasang di bagian hidungnya. Aqila memakai baju rumah sakit berwarna biru. Tatapan matanya terlihat sangat sayu.

Di foto lainnya, memperlihatkan bagian kepalanya yang tak normal lagi. Kepalanya lebih panjang ke atas. Bagian kanan dan kiri juga tak sama rata. kondisi itu terlihat sangat mempengaruhi bagian matanya. Bagian kanan agak sedikit tertarik ke bagian dalam.

Sempat diam sejenak, Retno kembali bercerita tentang putrinya itu. Awalnya, ungkap wanita yang tinggal di Balai Danau, Lubuk Baja, Batam, itu, dia tak menyangka Aqila menderita penyakit langka itu. Karena Aqila tumbuh normal seperti bayi-bayi lainnya. Namun, belakangan kepalanya jadi membesar dan divonis dokter menderita penyakit hydrocephalus.

Sebelum dibawa ke RS Unair, Aqila pernah dibawa ke RS Awal Bros Batam. Namun, dikarenakan tulang bagian kepala Aqila telah mengeras dan cairan sudah keluar dokter yang berada di rumah sakit tersebut tak bisa menanganinya. Selain itu, pihak keluarga juga kesulitan dalam masalah biaya. Pasanya, rumah sakit tak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Tapi dalam hati saya terus berdoa semoga ada dokter di luar Batam yang bisa memberi kabar baik untuk putri kami,” tuturnya.

Selama enam bulan, dia sekeluarga tak henti untuk mencari informasi dokter yang bisa menangani putrinya itu. Berkat yakin dan terus berusaha, akhirnya dia dipertemukan dengan dokter spesialis bedah plastik dari RS Unair Surabaya.

“Dokter itu bilang masih ada harapan untuk rekonstruksi tulang kepala Aqila sebelum usia 2 tahun,” terang dia.

Retno dan keluarga pun mengapresiasi cara kerja tim dokter RS Unair Surabaya yang bekerja sangat baik dan halus dalam menangani putrinya.

“Alhamdulillah kinerjanya diluar pemikiran kita, entah bagaimana mereka menanganinya,” ujarnya.

Butuh Uluran Tangan

Yang saat ini yang juga dibutuhkannya selain untuk pengobatan Aqila, juga untuk biaya hidup selama berada di Surabaya.

Dikatakan wanita yang memakai kerudung ini, saat ini ia lebih banyak dibantu oleh komunitas Batam Special Needs (BSN), yang dikenalnya melalui media sosial. Sementara dari Pemko Batam dan Provinsi Kepri, belum ada. Usaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah sudah pernah dilakukannya melalui komunitas tersebut, namun belum membuahkan hasil.

“Harapannya, semoga ada perhatian dari Pemko Batam agar bisa membantu biaya pengobatan putri kami,” harapnya.

Sebab, lanjut Retno, mereka akan tinggal lebih lama lagi di Surabaya. Apalagi sekarang ini baru menjalani operasi yang pertama, dari tiga kali yang direncanakan. Jika kondisi kesehatan Aqila memungkinkan, untuk operasi berikutnya diperkirakan akan dilaksanakan tiga bulan ke depan. “Kalau adik kuat dan sehat, Insya Allah tiga bulan lagi dioperasi,” ucapnya. “Mohon doanya agar adik cepat sembuh,” ujarnya.

Menurut Ranty Hernandez, pengurus BSN Community Batam, yang ditemui di Batam, mereka tergerak membantu keluarga Aqila karena melihat kondisi ekonomi keluarga yang tak mampu. Selain itu mereka juga sangat prihatin dengan kondisi kesehatan bayi mungil tersebut.

Dia juga mengakui sudah berusaha mencari dukungan di Batam, termasuk ke pemerintahan. Namun tidak mendapat hasil yang sempurna. Sebab jika bantuan dari pemerintah harus melalui prosedur yang panjang. Sedangkan maksud meminta bantuan dari pemerintah adalah untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi kelebihan biaya diluar dari tanggungan BPJS.

Sementara itu, pengurus BSN Community lainnya, Ina Darojat menambahkan bahwa sebelum masuk RS, keluarga Aqila di Surabaya menginap gratis di rumah singgah sedekah dari para rombongan komuniti yang mendampingi.

“Maka dari itu, kami berharap adanya bantuan dari Pemko Batam maupun Pemprov Kepri,” ucapnya.

Dia juga mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemko Batam untuk lebih meningkatkan fasilitas kesehatan khusus untuk anak di rumah sakit yang ada di Batam. Karena selama ini, menurutnya tenaga medis terutama spesialis anak di rumah sakit pemerintah di Batam sangat minim.(mik)

Sumber: http://batampro.id/aqila-bayi-penderita-hydrocephalus-ya-allah-sembuhkanlah-anak-saya/

Tags: #berita