bayi-aqila-pederita-hydrocephalus-butuh-jaminan-biaya-dari-pemerintah

bayi-aqila-pederita-hydrocephalus-butuh-jaminan-biaya-dari-pemerintah

Bayi Aqila Pederita Hydrocephalus Butuh Jaminan Biaya dari Pemerintah

Published by admin

BATAM – Penderita penyakit langka Hydrocephalus bernama Aqila Kirana Salim usia 18 bulan, saat ini terbaring lemah di RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pasca menjalani operasi pertamanya.

Putri dari pasangan Agus Salim dan Retno Wilis warga ruli Baloi Danau, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam ini, sebelum dibawa ke RS Unair, pernah mendapat bantuan sebesar Rp 17 juta melalui open donasi yang diposting oleh Batam Special Needs Community dalam grup media sosial di Batam.

Bahkan, postingan tersebut juga mendapatkan perhatian dari seorang dokter ahli bedah plastik di RS Unair Surabaya. Dokter itu pun menyarankan agar Aqila dibawa ke RS Unair untuk penanganan lebih lanjut.

Kemudian, keluarga Aqila didampingi oleh komunitas para orang tua yang memiliki anak kelahiran penyakit langka itu pun langsung berangkat menuju RS Unair di Surabaya.

Menurut Ranty Hernandez, pengurus BSN Community Batam, Aqila dulunya pernah akan dioperasi pada salah satu rumah sakit swasta di Batam. Namun karena cairan di kepalanya sudah keluar atau bocor, maka dokter di rumah sakit itu tidak berani melakukan operasi.

“Anak ini udah pernah mau dioperasi dulu, tapi karena keburu cairan di kepalanya bocor, dokternya tak berani jadinya. Karena terkendala biaya, Aqila terpaksa jalani perawatan dirumah aja,” kata Ranty, Jumat (23/2).

Lalu, lanjut dia, BSN Community bergerak berupaya untuk membantu mencari dukungan di Batam, termasuk ke pemerintahan. Namun tidak mendapat hasil yang sempurna. Sebab upaya itu dilakukan tidak dilengkapi dokumen resmi berupa permohonan bantuan.

Kata dia, permohonan bantuan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelebihan biaya operasi kedua yang akan dilaksanakan dalam tiga bulan kedepan. Setidaknya pemerintah dapat menjamin jika nanti ada kelebihan biaya diluar dari tanggungan BPJS.

“Harapan kami agar ada perhatian dari pemerintah. Agar dapat jaminan juga apabila ada biaya lebih,” pintanya.

Sementara itu, pengurus BSN Community lainnya, Ina Darojat menambahkan bahwa sebelum masuk RS, keluarga Aqila di Surabaya menginap gratis dirumah singgah sedekah dari para rombongan yang mendampingi.

“Maka dari itu, kami berharap adanya bantuan dari Pemko Batam maupun Pemprov Kepri,” ucapnya.

Dia juga mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemko Batam untuk lebih meningkatkan fasilitas kesehatan khusus untuk anak dirumah sakit. Karena selama ini, menurutnya tenaga medis dan sub spesialis anak dirumah sakit Batam sangat minim.

“Kami juga minta agar RS Awalbros Batam bekerjasama dengan BPJS. Sehingga jika ada kasus seperti ini, bisa tertangani,” pintanya mengakhiri.

Untuk diketahui, Hydrocephalus ini merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Akumulasi yang berlebihan dari CSF berakibat pada pelebaran yang abnormal dari ruang-ruang dalam otak yang disebut ventricles. (icm)

Sumber: http://wartakepri.co.id/2018/02/24/bayi-aqila-pederita-hydrocephalus-butuh-jaminan-biaya-dari-pemerintah/

Tags: #berita