index

index

01

Jan 1970

15

Rumah Sakit Universitas Airlangga Pertama Kalinya Tangani Bayi Hidrosefalus dan Craniosynostosis

Published by admin

Kirana merupakan bayi pertama dengan kasus Hidrosefalus disertai Craniosynostosis yang ditangani oleh RS Universitas Airlangga Surabaya. Akan ada lebih dari 10 tim dokter yang terdiri dari tim dokter bedah syaraf, tim dokter bedah plastik, tim dokter anak, tim dokter mata, tim doketer THT, tim anastesi kemudian tim kejiwaan yang akan bertugas menguatkan mental keluarga dan perizinan dari forensik medical legal. "Rencana pada Kamis besok akan jalani operasi,"ujar Indri Laksmi Putri, tim dokter bedah plastik. "Mohon doa restu kepada semua masyarakat karena semua akan kami usahakan tapi kan kita kembalikan lagi kepada yang maha kuasa," tambah Direktur RS Universitas Airlangga. Sumber:http://jatim.tribunnews.com/2018/02/21/rumah-sakit-universitas-airlangga-pertama-kalinya-tangani-bayi-hidrosefalus-dan-craniosynostosis?page=2

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

RS Unair Operasi Bayi dengan Penyakit Langka

Published by admin

SURABAYA - Rumah Sakit Universitas Airlangga mengoperasi bayi Aqila Kirana berusia 18 bulan asal Pulau Batam, Kepulauan Riau, penderita Hidrosefalus disertai Craniosynostosis. Tim dokter bedah plastik RS Unair dr Indri Laksmi Putri di Surabaya, Jumat (23/2/2018), mengatakan bayi Aqila mengalami Hidrosefalus disertai penutupan tulang kepala yang terlalu dini sebelum otak bayi terbentuk sempurna atau dalam istilah medis disebut Craniosynostosis. "Ini penyakitnya termasuk langka ya karena hidrosefalus pun sendiri walaupun sudah sering kita lihat tapi kejadiannya sedikit apalagi kalau disertai Craniosynostosis penutupan tulang kepala, dan kalau sudah berbagai kelainan itu banyak disebut yang syndromic," kata Indri. Dalam operasi yang berlangsung delapan jam itu setidaknya melibatkan banyak divisi antara lain tim bedah saraf, tim bedah mata, dan tim bedah platisk karena bayi Aqila mengalami banyak kelaianan. Dia menjelaskan, jalannya operasi cukup lama karena memang kondisinya masih sangat kecil. Tim dokter harus menstabilisasi pembuluh darah yang kecil guna memastikan infusnya tidak macet ketika jalannya operasi. Untuk itu dilakukan pemasangan akses yang lebih baik di pembuluh darah yang lebih besar. biasanya di tangan, di paha, di daerah pada. "Dilanjutkan kemudian evaluasi mata untuk melihat kondisi matanya baik kanan maupun kiri. Kondisi kedua matanya kurang baik, mungkin karena tekanan dari Hidrosefalus," ujarnya. Dr Tedy Apriawan dari tim bedah saraf mengatakan pada saat operasi, pihaknya harus melakukan pengalihan cairannya. Setelah terpasang selang kepala tim berusaha dengan tim bedah plastik untuk membantu melepas tulang yang terlipat. Karena terjadi lipatan yang cukup susah sehingga setelah itu dilakukan rekonstruksi kosmetik. "Kesulitan banyak pendarahan di kulit kepala. Dengan usia yang relatif muda, pendarahan sekecil apapun sangat berbahaya bisa mengancam jiwa sehingga berusaha mengurangi pendarahan sebanyak mungkin," katanya. Setelah dilakukan operasi rekonstruksi bagian depan, nantinya bayi Aqila akan menjalani operasi rekonstruksi bagian belakang dalam waktu tiga bulan ke depan atau menunggu kondisinya lebih stabil. Sumber:https://lifestyle.okezone.com/read/2018/02/24/481/1864043/rs-unair-operasi-bayi-dengan-penyakit-langka

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Tim RSUA Berhasil Operasi Bayi Hydrocephalus asal Kepri

Published by admin

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) berhasil mengoperasi bayi penderita Hydrocephalus, Aqila Kirana Salim (1,6 tahun) asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) selama delapan jam.dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF), dokter bedah plastik rekonstruksi kraniofasial RSUA saat pres confrance Jumat (23/2/2018) mengatakan, penanganan bayi Kirana merupakan suatu kelainan yang butuh penanganan khusus. Karena terdapat kelainan pada otaknya yang terdesak banyak cairan akibat Hydrocephalus."Operasi berjalan cukup lama karena menangani anak kecil. Kita harus menstabilisasi pembuluh darah, memastikan infus tidak macet ketika jalannya operasi. Sehingga, perlu dilakukan pemasangan akses yang lebih baik di pembuluh darah. Biasanya di tangan, kita (pasang, Red) di paha dan daerah area dada," terang dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF).Ia juga mengatakan, saat pengoperasian membutuhkan waktu lama dan membutuhkan penanganan khusus, serta melibatkan banyak tim karena terdapat kelainan. Adalah Fungsi mata kiri menjadi terganggu akibat kornea yang rusak."Beruntung bayi Kirana cukup kuat, sehingga tubuhnya bisa melakukan penyesuaian. Selama operasi berlangsung, permasalahan bukan hanya terletak pada batok kepala saja. Separuh dari mata kiri Kirana harus dipotong (karena memiliki volume yang besar, red) dan disejajarkan dengan mata sebelah kanan," terangnya.Penganalisisan cairan otak, ahli bedah syaraf dr. Tedy Apriawan Sp.BS menambahkan, setelah dipastikan bersih, dilakukan pemotongan batok kepala bagian depan. Namun juga masih mengalami permasalahan yaitu selaput otak terjepit tepat di bagian tengah."Setelah terpasang selaput kepala, kami dan tim membantu melepas lipatan tulang. Lalu, diserahkan kembali ke dokter Putri untuk dilakukan rekonstruksi kosmetik," ungkapnyaIa juga mengatakan bahwa saat operasi juga mengalami pendarahan dari kulit kepala. Namun masih dapat teratasi. "Dengan usia yang masih sangat muda, pendarahan sangat berbahaya. Bisa mengancam jiwa. Intinya kita berusaha untuk mengurangi pendarahan sebanyak mungkin," ungkap dokter Tedy.Pascaoperasi, keluarga bayu Kirana termasuk ibu, ayah, dan nenek dalam kondisi yang belum bisa diwawancara. Hal itu berdasarkan paparan dari tim psikiatri."Saat ini, bayi Kirana sedang diistirahatkan. Ditidurkan agar otak bisa istirahat. Kondisi terbaru bayi masih melalui masa kritis, menstabilkan tekanan darah dan nadinya," tuturnya. [ito/suf] Sumber: http://www.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/322100/tim_rsua_berhasil_operasi_bayi_hydrocephalus_asal_kepri.html

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Bayi Hidrosefalus Disertai Craiosnynostosis Jalani Operasi di RS Unair

Published by admin

Tim dokter bedah plastik RS Unair dr Indri Laksmi Putri di Surabaya, Jumat, mengatakan bayi Aqila mengalami Hidrosefalus disertai penutupan tulang kepala yang terlalu dini sebelum otak bayi terbentuk sempurna atau dalam istilah medis disebut Craniosynostosis. "Ini penyakitnya termasuk langka ya karena hidrosefalus pun sendiri walaupun sudah sering kita lihat tapi kejadiannya sedikit apalagi kalau disertai Craniosynostosis penutupan tulang kepala, dan kalau sudah berbagai kelainan itu banyak disebut yang syndromic," kata Indri. Dalam operasi yang berlangsung delapan jam itu setidaknya melibatkan banyak divisi antara lain tim bedah saraf, tim bedah mata, dan tim bedah platisk karena bayi Aqila mengalami banyak kelaianan. Dia menjelaskan, jalannya perasi cukup lama karena memang kondisinya masih sangat kecil. Tim dokter harus menstabilisasi pembuluh darah yang kecil guna memastikan infusnya tidak macet ketika jalannya operasi. Untuk itu dilakukan pemasangan akses yang lebih baik di pembuluh darah yang lebih besar. biasanya di tangan, di paha, di daerah pada. "Dilanjutkan kemudian evaluasi mata untuk melihat kondisi matanya baik kanan maupun kiri. Kondisi kedua matanya kurang baik, mungkin karena tekanan dari Hidrosefalus," ujarnya. Dr Tedy Apriawan dari tim bedah saraf mengatakan pada saat operasi, pihaknya harus melakukan pengalihan cairannya. Setelah terpasang selang kepala tim berusaha dengan tim bedah plastik untuk membantu melepas tulang yang terlipat. Karena terjadi lipatan yang cukup susah sehingga setelah itu dilakukan rekonstruksi kosmetik. "Kesulitan banyak pendarahan di kulit kepala. Dengan usia yang relatif muda, pendarahan sekecil apapun sangat berbahaya bisa mengancam jiwa sehingga berusaha mengurangi pendarahan sebanyak mungkin," katanya. Setelah dilakukan operasi rekonstruksi bagian depan, nantinya bayi Aqila akan menjalani operasi rekonstruksi bagian belakang dalam waktu tiga bulan ke depan atau menunggu kondisinya lebih stabil.(*) Sumber: https://jatim.antaranews.com/lihat/berita/249667/bayi-hidrosefalus-disertai-craiosnynostosis-jalani-operasi-di-rs-unair

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Menderita Hidrosefalus, Tempurung Kepala Bayi Ini Melipat

Published by admin

Aqilla Kirana (16 bulan) masih tergolek lemah di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (23/2/2018). Sepanjang 2 kali 24 jam sejak operasi pertama Kamis kemarin, statusnya masih kritis. Tim dokter RS Unair menidurkannya guna menyetabilkan tekanan darah dan nadi pasca-operasi 7 jam untuk untuk menata rongga kepala bayi perempuan pasangan Agus Salim dan Retno Wilis asal Batam, Kepulauan Riau, itu. Kirana divonis menderita hidrosefalus sejak masih dalam kandungan. Namun bentuk tempurung kepala Kirana berbeda dengan penderita Hidrosefalus pada umumnya. Di bagian tengah kepala Kirana seperti terdapat lipatan hingga berpengaruh pada posisi mata kirinya. Di operasi tahap pertama kemarin, kata dokter bedah plastik dr Indri Laksmi Putri, tim dokter berupaya mengubah bentuk lipatan di kepala Kirana menjadi bentuk semula. "Selain itu cairan yang ada di rongga kepala kita buang melalui perut," jelasnya. "Kornea mata kiri rusak parah akibat tekanan pembesaran kepala," jelasnya. Operasi rekonstruksi kepala Kirana, kata dia, dilakukan sangat hati-hati karena tepat di lipatan kepala Kirana terdapat selaput saraf besar yang sangat berbahaya jika sampai terganggu. Operasi rekonstruksi kepala pada Kirana belum selesai. Tim dokter masih menunggu setidaknya 3 bulan ke depan untuk operasi tahap 2 yang akan merekonstruksi bagian belakang kepala Kirana. Sumber: http://regional.kompas.com/read/2018/02/23/18170771/menderita-hidrosefalus-tempurung-kepala-bayi-ini-melipat Aqilla Kirana (16 bulan) masih tergolek lemah di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (23/2/2018). Sepanjang 2 kali 24 jam sejak operasi pertama Kamis kemarin, statusnya masih kritis. Tim dokter RS Unair menidurkannya guna menyetabilkan tekanan darah dan nadi pasca-operasi 7 jam untuk untuk menata rongga kepala bayi perempuan pasangan Agus Salim dan Retno Wilis asal Batam, Kepulauan Riau, itu. Kirana divonis menderita hidrosefalus sejak masih dalam kandungan. Namun bentuk tempurung kepala Kirana berbeda dengan penderita Hidrosefalus pada umumnya. Di bagian tengah kepala Kirana seperti terdapat lipatan hingga berpengaruh pada posisi mata kirinya. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menderita Hidrosefalus, Tempurung Kepala Bayi Ini Melipat", http://regional.kompas.com/read/2018/02/23/18170771/menderita-hidrosefalus-tempurung-kepala-bayi-ini-melipat. Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad FaizalEditor : Farid Assifa Aqilla Kirana (16 bulan) masih tergolek lemah di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (23/2/2018). Sepanjang 2 kali 24 jam sejak operasi pertama Kamis kemarin, statusnya masih kritis. Tim dokter RS Unair menidurkannya guna menyetabilkan tekanan darah dan nadi pasca-operasi 7 jam untuk untuk menata rongga kepala bayi perempuan pasangan Agus Salim dan Retno Wilis asal Batam, Kepulauan Riau, itu. Kirana divonis menderita hidrosefalus sejak masih dalam kandungan. Namun bentuk tempurung kepala Kirana berbeda dengan penderita Hidrosefalus pada umumnya. Di bagian tengah kepala Kirana seperti terdapat lipatan hingga berpengaruh pada posisi mata kirinya. Di operasi tahap pertama kemarin, kata dokter bedah plastik dr Indri Laksmi Putri, tim dokter berupaya mengubah bentuk lipatan di kepala Kirana menjadi bentuk semula. "Selain itu cairan yang ada di rongga kepala kita buang melalui perut," jelasnya. Baca juga : Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca Kompas.com Tim dokter kata dia juga berupaya merekonstruksi bagian mata kiri Kirana ke bentuk semula. "Kornea mata kiri rusak parah akibat tekanan pembesaran kepala," jelasnya. Operasi rekonstruksi kepala Kirana, kata dia, dilakukan sangat hati-hati karena tepat di lipatan kepala Kirana terdapat selaput saraf besar yang sangat berbahaya jika sampai terganggu. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menderita Hidrosefalus, Tempurung Kepala Bayi Ini Melipat", http://regional.kompas.com/read/2018/02/23/18170771/menderita-hidrosefalus-tempurung-kepala-bayi-ini-melipat. Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad FaizalEditor : Farid Assifa

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Balita Aqila Berhasil Jalani Operasi Rekonstruksi Tulang Kepala

Published by admin

Aqila Kirana Salim, balita 18 bulan asal Batam yang menderita penyakit hydrocephalus dengan kelainan cairan dalam rongga otak, akhirnya menjalani operasi rekonstruksi tulang kepala. Operasi melibatkan ratusan tim dokter rumah sakit Unair ini, berlangsung 8 jam.Menurut dr. Teddy apriawan spesialis bedah saraf RS Unair, operasi melibatkan ratusan tim dokter dari berbagai spesialis. Untuk merekonstruksi tulang kepala. Diantaranya bedah saraf, mata, anastesi, dan bedah plastik.Operasi anak kedua dari pasangan Agus Salim dan Nuris ini berlangsung selama hampir 8 jam untuk membantu melepas tulang yang terlipat di tengkorak kepala bagian depan. Operasi rekonstruksi tulang kepala bagian depan ini diharapkan mampu mengurangi resiko kerusakan syaraf mata dan pendengaran. Selain itu, operasi ini untuk memberikan ruang yang cukup pada otak .Teddy menambahkan pasca operasi, kondisi balita Aqila masih dalam kondisi kritis dan akan dipantau 3 kali 24 jam. Seluruh tim dokter rumah sakit Unair meminta doa dari semua pihak untuk kesembuhan bayi Aqilla Kirana Salim. Sumber: http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=59914&&top=1&&ktg=Jatim&&keyrbk=Kesehatan&&keyjdl=balita

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Aqila Bayi Penderita Hydrocephalus. “Ya Allah Sembuhkanlah Anak Saya.”

Published by admin

Dari balik gagang handpone, suara Retno Wilis terdengar serak. Nada bicaranya pun terdengar pelan dan kadang bergetar. Dia mengatakan baru saja selesai menunaikan salat Zuhur. Dalam doanya, ia memohon pada Allah SWT agar putrinya, Aqila Kirana Kasim, yang masih berusia 1,8 tahun sembuh dari penyakit hydrocephalus yang saat ini dideritanya. Menurut istri Agus Salim itu, Aqila terlalu berat menjalani cobaan yang diberikan Allah SWT, itu. Hanya tangisanlah yang bisa diluapkan Aqila ketika merasakan sakit yang dihadapinya itu. “Saat ini dia belum sadar. Masih dirawat di ruang PICU,” ungkapnya, sesenggukan, Jumat (23/2/18) siang. “Saya terus berdoa agar dia cepat sembuh, hanya itu yang saat ini bisa kami lakukan, kasihan dia,” ujarnya yang terdengar menahan tangis. Ya, Aqila menderita penyakit langka, hydrocephalus, yang merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Sehingga kepala penderitanya jadi membesar. Dan saat ini sedang dalam perawatan intensif di RS Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Aqila baru saja menjalani operasi pertama di bagian kepalanya itu, dari tiga kali operasi yang direncanakan oleh tim dokter. Saat ini setelah menjalani operasi, bayi mungil kelahiran Batam, 29 Juli 2017, itu belum sadarkan diri dan dirawat ruang PICU (merupakan ruangan pelayanan intensif untuk anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ- oragan vital). Dari foto yang diterima BATAMPRO.id, sebuah slang infus terlihat menancap di tangan kirinya. Tangannya itu juga terlihat dibalut dengan kain kasa yang cukup tebal. Sebuah slang oksigen juga dipasang di bagian hidungnya. Aqila memakai baju rumah sakit berwarna biru. Tatapan matanya terlihat sangat sayu. Di foto lainnya, memperlihatkan bagian kepalanya yang tak normal lagi. Kepalanya lebih panjang ke atas. Bagian kanan dan kiri juga tak sama rata. kondisi itu terlihat sangat mempengaruhi bagian matanya. Bagian kanan agak sedikit tertarik ke bagian dalam. Sempat diam sejenak, Retno kembali bercerita tentang putrinya itu. Awalnya, ungkap wanita yang tinggal di Balai Danau, Lubuk Baja, Batam, itu, dia tak menyangka Aqila menderita penyakit langka itu. Karena Aqila tumbuh normal seperti bayi-bayi lainnya. Namun, belakangan kepalanya jadi membesar dan divonis dokter menderita penyakit hydrocephalus. Sebelum dibawa ke RS Unair, Aqila pernah dibawa ke RS Awal Bros Batam. Namun, dikarenakan tulang bagian kepala Aqila telah mengeras dan cairan sudah keluar dokter yang berada di rumah sakit tersebut tak bisa menanganinya. Selain itu, pihak keluarga juga kesulitan dalam masalah biaya. Pasanya, rumah sakit tak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Tapi dalam hati saya terus berdoa semoga ada dokter di luar Batam yang bisa memberi kabar baik untuk putri kami,” tuturnya. Selama enam bulan, dia sekeluarga tak henti untuk mencari informasi dokter yang bisa menangani putrinya itu. Berkat yakin dan terus berusaha, akhirnya dia dipertemukan dengan dokter spesialis bedah plastik dari RS Unair Surabaya. “Dokter itu bilang masih ada harapan untuk rekonstruksi tulang kepala Aqila sebelum usia 2 tahun,” terang dia. Retno dan keluarga pun mengapresiasi cara kerja tim dokter RS Unair Surabaya yang bekerja sangat baik dan halus dalam menangani putrinya. “Alhamdulillah kinerjanya diluar pemikiran kita, entah bagaimana mereka menanganinya,” ujarnya. Butuh Uluran Tangan Yang saat ini yang juga dibutuhkannya selain untuk pengobatan Aqila, juga untuk biaya hidup selama berada di Surabaya. Dikatakan wanita yang memakai kerudung ini, saat ini ia lebih banyak dibantu oleh komunitas Batam Special Needs (BSN), yang dikenalnya melalui media sosial. Sementara dari Pemko Batam dan Provinsi Kepri, belum ada. Usaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah sudah pernah dilakukannya melalui komunitas tersebut, namun belum membuahkan hasil. “Harapannya, semoga ada perhatian dari Pemko Batam agar bisa membantu biaya pengobatan putri kami,” harapnya. Sebab, lanjut Retno, mereka akan tinggal lebih lama lagi di Surabaya. Apalagi sekarang ini baru menjalani operasi yang pertama, dari tiga kali yang direncanakan. Jika kondisi kesehatan Aqila memungkinkan, untuk operasi berikutnya diperkirakan akan dilaksanakan tiga bulan ke depan. “Kalau adik kuat dan sehat, Insya Allah tiga bulan lagi dioperasi,” ucapnya. “Mohon doanya agar adik cepat sembuh,” ujarnya. Menurut Ranty Hernandez, pengurus BSN Community Batam, yang ditemui di Batam, mereka tergerak membantu keluarga Aqila karena melihat kondisi ekonomi keluarga yang tak mampu. Selain itu mereka juga sangat prihatin dengan kondisi kesehatan bayi mungil tersebut. Dia juga mengakui sudah berusaha mencari dukungan di Batam, termasuk ke pemerintahan. Namun tidak mendapat hasil yang sempurna. Sebab jika bantuan dari pemerintah harus melalui prosedur yang panjang. Sedangkan maksud meminta bantuan dari pemerintah adalah untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi kelebihan biaya diluar dari tanggungan BPJS. Sementara itu, pengurus BSN Community lainnya, Ina Darojat menambahkan bahwa sebelum masuk RS, keluarga Aqila di Surabaya menginap gratis di rumah singgah sedekah dari para rombongan komuniti yang mendampingi. “Maka dari itu, kami berharap adanya bantuan dari Pemko Batam maupun Pemprov Kepri,” ucapnya. Dia juga mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemko Batam untuk lebih meningkatkan fasilitas kesehatan khusus untuk anak di rumah sakit yang ada di Batam. Karena selama ini, menurutnya tenaga medis terutama spesialis anak di rumah sakit pemerintah di Batam sangat minim.(mik) Sumber: http://batampro.id/aqila-bayi-penderita-hydrocephalus-ya-allah-sembuhkanlah-anak-saya/

READ MORE
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Bayi Aqila Pederita Hydrocephalus Butuh Jaminan Biaya dari Pemerintah

Published by admin

BATAM – Penderita penyakit langka Hydrocephalus bernama Aqila Kirana Salim usia 18 bulan, saat ini terbaring lemah di RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pasca menjalani operasi pertamanya. Putri dari pasangan Agus Salim dan Retno Wilis warga ruli Baloi Danau, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam ini, sebelum dibawa ke RS Unair, pernah mendapat bantuan sebesar Rp 17 juta melalui open donasi yang diposting oleh Batam Special Needs Community dalam grup media sosial di Batam. Bahkan, postingan tersebut juga mendapatkan perhatian dari seorang dokter ahli bedah plastik di RS Unair Surabaya. Dokter itu pun menyarankan agar Aqila dibawa ke RS Unair untuk penanganan lebih lanjut. Kemudian, keluarga Aqila didampingi oleh komunitas para orang tua yang memiliki anak kelahiran penyakit langka itu pun langsung berangkat menuju RS Unair di Surabaya. Menurut Ranty Hernandez, pengurus BSN Community Batam, Aqila dulunya pernah akan dioperasi pada salah satu rumah sakit swasta di Batam. Namun karena cairan di kepalanya sudah keluar atau bocor, maka dokter di rumah sakit itu tidak berani melakukan operasi. “Anak ini udah pernah mau dioperasi dulu, tapi karena keburu cairan di kepalanya bocor, dokternya tak berani jadinya. Karena terkendala biaya, Aqila terpaksa jalani perawatan dirumah aja,” kata Ranty, Jumat (23/2). Lalu, lanjut dia, BSN Community bergerak berupaya untuk membantu mencari dukungan di Batam, termasuk ke pemerintahan. Namun tidak mendapat hasil yang sempurna. Sebab upaya itu dilakukan tidak dilengkapi dokumen resmi berupa permohonan bantuan. Kata dia, permohonan bantuan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelebihan biaya operasi kedua yang akan dilaksanakan dalam tiga bulan kedepan. Setidaknya pemerintah dapat menjamin jika nanti ada kelebihan biaya diluar dari tanggungan BPJS. “Harapan kami agar ada perhatian dari pemerintah. Agar dapat jaminan juga apabila ada biaya lebih,” pintanya. Sementara itu, pengurus BSN Community lainnya, Ina Darojat menambahkan bahwa sebelum masuk RS, keluarga Aqila di Surabaya menginap gratis dirumah singgah sedekah dari para rombongan yang mendampingi. “Maka dari itu, kami berharap adanya bantuan dari Pemko Batam maupun Pemprov Kepri,” ucapnya. Dia juga mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemko Batam untuk lebih meningkatkan fasilitas kesehatan khusus untuk anak dirumah sakit. Karena selama ini, menurutnya tenaga medis dan sub spesialis anak dirumah sakit Batam sangat minim. “Kami juga minta agar RS Awalbros Batam bekerjasama dengan BPJS. Sehingga jika ada kasus seperti ini, bisa tertangani,” pintanya mengakhiri. Untuk diketahui, Hydrocephalus ini merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Akumulasi yang berlebihan dari CSF berakibat pada pelebaran yang abnormal dari ruang-ruang dalam otak yang disebut ventricles. (icm) Sumber: http://wartakepri.co.id/2018/02/24/bayi-aqila-pederita-hydrocephalus-butuh-jaminan-biaya-dari-pemerintah/

READ MORE
Tags: #berita
Tags: #berita

01

Jan 1970

15

Besok, Menkes dan Mentan Bicara Pangan dan Nutrisi di RS Unhas

Published by admin

HANDOVER Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas Ishaq Rahman usai ikut membantu persiapan pembukaan konferensi FRI di Baruga AP Petta Rani, Rabu (14/2/2018).  Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Rumah Sakit (RS) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka merayakan dies natalisnya uanh ke-8. Salah satu kegiatannya yaitu seminar nasional dengan tema “Let’s Nutrition Be Your Medicine: Pangan dan Nutrisi Sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit”, di Auditorium Rumah Sakit Unhas, Gedung EF lt. 2, Tamalanrea, Kamis-Jum’at (15-16/2018). Demikian disampaikan Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas Ishaq Rahman, Rabu (14/2/2018). Adapun narasumber yang dipastikan hadir dan menjadi pembicara pada seminar tersebut yaitu Menteri Pertanian Dr Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Prof dr Nila Djuwita. Selain kedua menteri tersebut, hadir pula Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Prof dr Ali Ghufron Mukti dan Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. Panitia pelaksana juga mengundang beberapa nara sumber lain, yaitu Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Badan Litbang Kesehatan, Direktur Gizi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Deputi Direksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS, serta para pakar di Bidang Kesehatan Gizi Klinik, Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Farmasi dari Universitas Hasanuddin. Pada seminar ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman direncanakan akan berbicara mengenai aspek regulasi pemerintah tentang ketahanan pangan dan dampaknya terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit. Sementara Menteri Kesehatan akan memaparkan topik kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan peranan nutrisi sebagai dasar layanan kesehatan di rumah sakit. Seminar ini mengangkat tema yang kini sedang menjadi perhatian nasional, sehubungan dengan terjadinya Kejadian Luar Biasa gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua beberapa waktu lalu.   "Rumah Sakit Unhas ingin berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat melalui pengayaan pikiran dan gagasan, serta mempertemukan para pengambil kebijakan terkait untuk melihat seberapa jauh rumah sakit (khususnya rumah sakit pendidikan) dapat berperan dalam mengatasi persoalan gizi masyarakat dengan menjadikan pemenuhan nutrisi sebagai basis pengobatan di rumah sakit,"kata Ishaq. (*) Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2018/02/14/besok-menkes-dan-mentan-bicara-pangan-dan-nutrisi-di-rs-unhas

READ MORE
Tags: #berita