tim-rsua-berhasil-operasi-bayi-hydrocephalus-asal-kepri

tim-rsua-berhasil-operasi-bayi-hydrocephalus-asal-kepri

Tim RSUA Berhasil Operasi Bayi Hydrocephalus asal Kepri

Published by admin

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) berhasil mengoperasi bayi penderita Hydrocephalus, Aqila Kirana Salim (1,6 tahun) asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) selama delapan jam.

dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF), dokter bedah plastik rekonstruksi kraniofasial RSUA saat pres confrance Jumat (23/2/2018) mengatakan, penanganan bayi Kirana merupakan suatu kelainan yang butuh penanganan khusus. Karena terdapat kelainan pada otaknya yang terdesak banyak cairan akibat Hydrocephalus.

"Operasi berjalan cukup lama karena menangani anak kecil. Kita harus menstabilisasi pembuluh darah, memastikan infus tidak macet ketika jalannya operasi. Sehingga, perlu dilakukan pemasangan akses yang lebih baik di pembuluh darah. Biasanya di tangan, kita (pasang, Red) di paha dan daerah area dada," terang dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF).

Ia juga mengatakan, saat pengoperasian membutuhkan waktu lama dan membutuhkan penanganan khusus, serta melibatkan banyak tim karena terdapat kelainan. Adalah Fungsi mata kiri menjadi terganggu akibat kornea yang rusak.

"Beruntung bayi Kirana cukup kuat, sehingga tubuhnya bisa melakukan penyesuaian. Selama operasi berlangsung, permasalahan bukan hanya terletak pada batok kepala saja. Separuh dari mata kiri Kirana harus dipotong (karena memiliki volume yang besar, red) dan disejajarkan dengan mata sebelah kanan," terangnya.

Penganalisisan cairan otak, ahli bedah syaraf dr. Tedy Apriawan Sp.BS menambahkan, setelah dipastikan bersih, dilakukan pemotongan batok kepala bagian depan. Namun juga masih mengalami permasalahan yaitu selaput otak terjepit tepat di bagian tengah.

"Setelah terpasang selaput kepala, kami dan tim membantu melepas lipatan tulang. Lalu, diserahkan kembali ke dokter Putri untuk dilakukan rekonstruksi kosmetik," ungkapnya

Ia juga mengatakan bahwa saat operasi juga mengalami pendarahan dari kulit kepala. Namun masih dapat teratasi. "Dengan usia yang masih sangat muda, pendarahan sangat berbahaya. Bisa mengancam jiwa. Intinya kita berusaha untuk mengurangi pendarahan sebanyak mungkin," ungkap dokter Tedy.

Pascaoperasi, keluarga bayu Kirana termasuk ibu, ayah, dan nenek dalam kondisi yang belum bisa diwawancara. Hal itu berdasarkan paparan dari tim psikiatri.

"Saat ini, bayi Kirana sedang diistirahatkan. Ditidurkan agar otak bisa istirahat. Kondisi terbaru bayi masih melalui masa kritis, menstabilkan tekanan darah dan nadinya," tuturnya. [ito/suf]

Sumber: http://www.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/322100/tim_rsua_berhasil_operasi_bayi_hydrocephalus_asal_kepri.html

Tags: #berita